Sebagai penerbit izin, ini (Saldo Komoditas) menjadi dasar penerbitan. Menjadi acuan penerbitan izin niaga bidang ekspor dan impor Kementerian Pembinaan Lembaga Bidang Komoditas.

Sulsel (DISULSEL.COM) – Pj Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag) Veri Anggrijono menegaskan, sistem database Neraca Produk nasional bertujuan untuk mendukung penyederhanaan dan transparansi perizinan di bidang ekspor dan impor.

“Kami selaku penerbit izin, ini (Saldo Komoditas) menjadi dasar penerbitan. Ini menjadi acuan penerbitan izin usaha di bidang ekspor dan impor Kementerian Kelembagaan Sektor Komoditi”, ujarnya dalam webinar digitalisasi sebagai sarana pencegahan korupsi, pencegahan korupsi komoditas dan optimalisasi PNBP, di hari Rabu.

Veri dalam paparannya menyampaikan bahwa Commodity Balance memberikan data yang akurat dan lengkap sebagai dasar perumusan kebijakan nasional terkait ekspor dan impor. Commodity Balance bertujuan untuk memberikan kemudahan dan kepastian dalam berusaha guna meningkatkan investasi dan menciptakan lapangan kerja.

Selain itu, juga bertujuan untuk menjamin ketersediaan barang konsumsi bagi penduduk dan bahan baku dan/atau bahan penolong untuk keperluan industri.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Dalam melakukan transformasi kebijakan perdagangan luar negeri, Kementerian Perdagangan memperhatikan tiga poin penting dalam regulasi, yaitu Product Balance, 100 on line dan fiktif terintegrasi dan positif untuk pemberian izin komersial.

“Ini mengarah pada transparansi, efisiensi, penyederhanaan, kepatuhan dan kepastian yang meningkatkan daya saing,” katanya.

Neraca Produk memiliki dasar hukum pasal 559 Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 2021 dan menghasilkan Sistem Neraca Produk Nasional (SNANK) sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden. Melalui landasan hukum ini, kementerian/lembaga menyediakan data terkait rencana kebutuhan ekspor dan impor, serta data pendukung dalam sistem elektronik.

Oleh karena itu, Veri berharap para pelaku usaha memasukkan data yang valid ke dalam aplikasi digital SNANK akan memudahkan Kementerian Perdagangan memvalidasi data yang masuk, sehingga izin ekspor dan impor dapat diterbitkan lebih cepat.

“Dengan penerbitan izin yang dikemas dalam proses digitalisasi, Anda bisa mempercepat proses penerbitan izin. Dari awal masuk hingga keluar, pengusaha bisa melihat prosesnya”, jelasnya.

Sedangkan untuk tahap 1, ada 5 komoditi yang wajib menggunakan Commodity Balance yaitu Flavor, Gula, Garam, Ikan, dan Daging Sapi.

Reporter: Kuntum Khaira Riswan
Editing: Risbiani Fardaniah
HAK CIPTA © DISULSEL.COM 2022



Sumber