DISULSEL.COM, MAKASSAR – Niat pemerintah Kota Makassar (Pemkot) untuk menata persimpangan dan memberikan keramahan pejalan kaki melalui Smart Pannyingkulu masih dalam pembahasan. Tahun ini, pemerintah kota mengusulkan Rs 14.000 crore untuk proyek tersebut.

Walikota Makassar Moh Ramdhan Pomanto mengatakan, proyek ini sudah menjadi salah satu proyek strategis, juga masuk dalam proyek tender awal tahun 2022.

Sayang sekali program ini tidak aktif hingga 2023, tetapi Builder pasti akan menjadi prioritas tahun ini.

“Nanti dibangun, konsepnya bersih-bersih penyeberangan,” ujarnya kepada Fajar.co. Lanjut, Kamis (18/1/2023).

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Danny mengatakan, proyek ini juga akan menyempurnakan PKL di titik-titik yang akan dibangun.

Selain itu, setiap perempatan akan direnovasi agar lebih menarik, billboard akan ditata agar lebih tertata.

“Kalau begitu tidak boleh lagi ada pedagang kaki lima (lapak), apa gunanya membuat anak jalanan, semua harus patuh dengan pengaturan ini,” terangnya.

Sekretaris Dinas (Sekdis) PU Makassar Denny Irawan mengatakan, pembangunan smart Pannyingkulu menyasar tiga perlintasan, yakni Jl Hj Bau-Cenrawasih, Hasanuddin-Mukhtar Lutfi, dan Hasanuddin-MH Thamrin.

“Ini yang kemudian akan memperbaiki lekukan lajur di setiap ruas jalan,” tambah Denny.

Kemudian akan ada perbaikan penanda di sepanjang rute. Ada juga pengembangan untuk informasi bangunan.

“Media dan ruang iklan seperti Smart Tron juga akan disediakan,” jelasnya.

Bahkan akan ada informasi program Makassar Makaverse Mayors di sepanjang jalur tersebut.





Sumber