Ini merupakan kebutuhan yang tidak boleh ditunda dan dikorbankan hanya karena pandemi, melainkan percepatan investasi.

Sulsel (DISULSEL.COM) – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyatakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) merupakan instrumen penting untuk membangun fondasi transformasi digital di Indonesia.

“Digitasi jelas memiliki manfaat yang sangat luas. APBN merupakan instrumen yang sangat penting untuk terus membangun fondasi transformasi digitalisasi perekonomian Indonesia,” ujarnya dalam webinar digitalisasi sebagai upaya pencegahan korupsi di Sulsel, Rabu.

Sri Mulyani mengatakan pemerintah memangkas anggaran seluruh kementerian/lembaga (K/L) selama pandemi, kecuali yang berfungsi membantu sektor kesehatan dan transformasi digital.

Pengeluaran untuk transformasi digital selama pandemi COVID-19 tidak turun, tetapi meningkat karena masyarakat dipaksa untuk mengadopsi teknologi digital dalam aktivitasnya karena tidak diizinkan untuk bertemu langsung.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Hal ini menjadi bukti bahwa pemerintah melihat perlunya landasan untuk membangun transformasi digital melalui investasi infrastruktur digital.

“Ini kebutuhan yang tidak boleh ditunda dan dikorbankan hanya karena ada pandemi, malah kita perlu mempercepat investasi,” kata Sri Mulyani.

Disebutkannya, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) merupakan salah satu dari sedikit K/L yang anggarannya dalam tiga tahun terakhir terus meningkat.

Anggaran Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk tahun 2020 sebesar Rs 20 triliun, naik dari tahun sebelumnya yang hanya Rs 5,3 triliun dan kembali lagi pada tahun 2021 sebesar Rs 26 triliun dan Rs 27 triliun rupee tahun ini.

Anggaran tersebut digunakan untuk membangun fondasi infrastruktur karena tidak mungkin transformasi digital jika infrastruktur digital tidak tersedia, termasuk membangun BTS 4G di 4.200 desa.

Pemerintah juga terus membangun infrastruktur digital di kawasan Perbatasan, Terluar dan Tertinggal (3T) sehingga menjadi prioritas masyarakat untuk menikmati transformasi digital.

Upaya transformasi digital ini juga untuk mengurangi praktik buruk yaitu korupsi dalam pelaksanaan kebijakan pemerintah di bawah arahan Presiden Joko Widodo.

“Hal ini sesuai dengan instruksi presiden bahwa peluang dan peluang korupsi dalam transaksi dapat dikurangi dan dihilangkan antara lain dengan membangun platform digital,” jelas Sri Mulyani.

Wartawan: Astrid Faidlatul Habibah
Editing: Risbiani Fardaniah
HAK CIPTA © DISULSEL.COM 2022



Sumber